Tampilkan postingan dengan label Refleksi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Refleksi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 30 Juli 2010

FATHER'S LOVE LETTER

Beberapa waktu yang lalu saya mendapatkan sebuah video yang luar biasa bagusnya dari teman sekerjaku. Saya merasa tersentuh dan tersapakan oleh video singkat itu. Video itu berisi surat cinta ALLAH yang selalu kita sebut BAPA dalam setiap doa dan permohonan kita. Mungkin anda sudah pernah melihat dan membacanya, dan saya yakin anda juga pasti sangat tersentuh oleh surat cinta dari BAPA kita yang baik ini...inilah petikan surat cinta BAPA itu untuk kita...

Segala perkataan yang engkau dengar ini adalah benar. Perkataan ini akan mengubah hidupmu, jika engkau mengijinkannya. Karena perkataan-perkataan ini berasal dari Hati ALLAH sendiri. Dia mengasihimu dan DIAlah BAPA yang telah engaku cari-cari sepanjang hidupmu. Inilah SURAT CINTA-NYA untukmu.................

Anak-KU.....
Engkau mungkin tidak mengenal AKU, Tetapi Aku mengenal segala sesuatu mengenai dirimu.

AKU mengetahui kalau engkau duduk atau berdiri, AKU mengenal segala jalanmu.
Bahkan setiap helai rambut kepalamu terhitung semuanya, karena engkau diciptakan dalam gambar dan rupa-KU.

Di dalam-KU, engkau hidup, engkau bergerak dan engkau ada, sebab engkau adalah keturunan-KU.

AKU mengenalmu bahkan sebelum engkau ada dalam kandung ibumu..

Aku memilihmu sebelum dunia diciptakan.

Engkau bukanlah suatu kesalahan, karena hari-harimu ada tertulis dalam Kitab-KU

Aku menentukan waktu yang tepat untuk kelahiranmu dan di mana engkau akan hidup.

Kejadianmu dahsyat dan ajaib.
Aku menenun engkau dalam kandung ibumu, dan membawamu keluar pada hari engkau dilahirkan.

Seringkali AKU tidak dipahami oleh mereka yang tidak mengenal-KU..

AKU tidaklah jauh dan bukan pemarah, tetapi AKU adalah KASIH yang sempurna..

Dan adalah kerinduanku untuk mencurahkan KASIH-KU kepadamu karena engkau adalah anak-KU dan AKU adalah BAPA-mu.

AKU memberikan kepadamu lebih daripada yang dapat diberikan bapamu di dunia, karena AKU adalah BAPA yang sempurna.

Setiap anugerah yang kau terima berasal daripada-KU. Karena AKU adalah pemeliharamu dan AKU menyediakan segala yang kau perlukan.

Rancangan-KU bagimu adalah masa depan yang penuh harapan, karena AKU mengasihimu dengan KASIH yang abadi.

Pikiran-KU akan engkau tidaklah terhitung bagaikan pasir di tepi pantai dan AKU bergirang akan engkau dengan sukacita dan sorak sorai.

AKU tidak akan pernah berhenti berbuat baik padamu karena engkau adalah harta kesayangan-KU.

AKU akan menguatkan engkau dengan segenap hati dan jiwa-KU dan AKU akan menunjukkan padamu hal-hal yang besar dan ajaib.

Jika engkau mencari AKU dengan segenap hatimu, engkau akan menemukan AKU.

Bergembiralah di dalam-KU maka AKU akan memberikan padamu kerinduan yang ada dalam hatimu, karena AKU-lah yang mengerjakan di dalam kerinduan itu.

AKU dapat melakukan yang jauh lebih banyak daripada yang dapat engkau bayangkan, karena AKU penghiburmu yang abadi.

AKU-lah juga BAPA yang menghiburmu dalam segala penderitaanmu, saat engkau sedang terluka.

AKU berada di dekatmu seperti seorang gembala yang menggembalakan dombanya, AKU membawamu dekat di hati-KU.

Suatu hari nanti, AKU menghapus semua air matamu dan AKU akan mengangkat semua kesengsaraan yang engkau derita selama hidupmu.

AKU-lah BAPA-mu dan AKU mengasihimu, sebagaimana AKU mengasihi PUTRAKU,YESUS, karena di dalam DIA-lah KASIHKU dinyatakan kepadamu.

DIA-lah gambar wujud dari keberadaan-KU. IA datang untuk menyatakan bahwa AKU berada di pihakmu dan bukan untuk melawanmu. Dan untuk memberitahumu bahwa AKU tidak memperhitungkan segala pelanggaranmu.
IA mati supaya AKU dan engkau dapat diperdamaikan. Kematian-NYA adalah pernyataan terbesar akan KASIHKU padamu.

AKU merelakan segala yang AKU kasihi demi mendapatkan kasihmu.
Jika engkau menerima anugerah ANAKKU,YESUS, engkau juga menerima AKU. Dan tidak akan ada yang dapat memisahkan engkau dari KASIHKU.

Kembalilah dan AKU akan mengadakan pesta terbesar yang pernah ada di Surga.
AKU selamanya adalah BAPA dan untuk selamanya AKU tetaplah BAPA.

Pertanyaanku adalah maukah engkau menjadi ANAKKU??
AKU menanti-nantikan engkau.......




Salam Kasih
BAPA-mu, ALLAH MAHAKUASA...



Sabtu, 17 Juli 2010

JEJAK KAKI

Susah-senang, sedih dan gembira, keberhasilan dan kegagalan datang silih berganti menghampiri hidup kita. Saat kita diliputi perasaan senang atau mengalami keberhasilan, tak jarang kita lupa untuk mengucap syukur kepada Tuhan yang sudah memberikan segalanya buat kita.. Sebaliknya, tatkala aneka cobaan datang menimpa kita dan berbagai kegagalan selalu kita alami dalam kehidupan, maka kita paling rajin berurusan dengan Tuhan. Kita rajin berdoa, rajin mengunjungi rumah ibadah..Kita selalu ingat akan Tuhan, sampai doa kita dikabulkan atau urusan kita selesai..
Nama Tuhan juga akan selalu jadi kambinghitam untuk semua kegagalan kita atau apabila kita tidak segera keluar dari persolan yang menyulitkan hidup kita..Sering terdengar ungkapan yang bernada putus asa : "Tuhan tidak mendengarkan doaku.." atau " Tuhan tidak peduli lagi dengan saya...." dsbnya...

Kisah berikut ini, mungkin sedikit banyak akan menyadarkan kita, yang seringkali putus asa karena merasa Tuhan sudah tidak peduli lagi dengan keadaan kita, padahal kita siang-malam bertekuk lutut berdoa mohon belas kasihNYA, agar kita segera keluar dari persoalan hidup yang memberatkan kita. Bagi teman-teman, para pembaca yang sudah sering kali mendengar atau membaca kisah ini, anggap saja sharing ini adalah penyegaran untuk anda. Tetapi bagi anda yang baru pertama kali membaca kisah ini, semoga ini akan menjadi cerita yang bermanfaat bagi anda, yang memberikan sedikit refleksi bagi anda, bahwa TUHAN sungguh mencintai kita, apapun dan bagaimanapun keadaan kita.. Inilah kisahnya...:

"Suatu malam seorang laki-laki bermimpi. Ia bermimpi berjalan di pantai bersama Tuhan. Di langit muncul adegan-adegan kehidupannya selama ini. Dalam setiap adegan dia melihat ada dua pasang jejak  kaki di pasir. Satu pasang jejak kakinya dan satu lagi jejak kaki Tuhan. Ketika adegan terakhir dalam hidupnya tampak di hadapannya, Ia memandang kembali pada jejak kaki di pasir, Ia melihat seringkali dalam perjalanan hidupnya, hanya ada satu pasang jejak kaki. Ia juga menyadari bahwa itu teradi pada saat-saat paling buruk dan menyedihkan dalam hidupnya.

Ini benar-benar membuatnya gelisah dan dia bertanya kepada Tuhan tentang hal itu :" TUHAN, Engkau berkata bahwa begitu aku memutuskan untuk mengikuti Engkau, ENGKAU akan berjalan bersamaku selamanya. Tetapi aku melihat, pada saat-saat paling sulit dalam hidupku, hanya ada satu pasang jejak kaki. Aku tidak mengerti, mengapa ketika Aku sangat membutuhkanMU, ENGKAU pergi meninggalkan aku seroang diri..?"

Tuhan menjawab : "AnakKU,anak yang KUkasihi, AKU MENGASIHIMU DAN TIDAK AKAN PERNAH MENINGGALKANMU SEORANG DIRI. Dalam saat-saat pencobaan dan penderitaan yang kau alami dalam hidupmu, ketika engkau hanya melihat hanya satu pasang jejak kaki saja yang muncul, itu adalah ketika AKU MENGGENDONG ENGKAU...."

Jumat, 02 April 2010

CIUMAN MEMBAWA MAUT

Ciuman, merupakan satu bentuk ekspresi dari rasa cinta atau kasih sayang. Seorang ibu yang mencium anaknya adalah bentuk ekspersi cinta dari si ibu kepada anaknya. Seorang pemuda yang dengan penuh perasaan memberikan kecupan manis ke dahi pacarnya. Tidak hanya manusia, binatangpun mengekspresikan bentuk kasih sayang dengan ciuman plus sedikit agak jorok, menjilat...(tidak apa-apa, itulah yang sedikit membedakan).

Yang dicium pasti akan merasa senang, merasakan kedamaian dan kehangatan karena dia merasa diperhatikan, dicintai. Kecupan yang dilakukan dengan tulus hati memang akan membawa kedamaian dan ketenangan. Pijar-pijar kasih sayang dan cinta akan ditransfer lewat bibir mungil si ibu kepada kening,pipi anaknya. apalagi kalau kecupan itu dibarengi dengan pelukan hangat si ibu yang semakin memberikan ketenangan dan kedamaian dalam diri si anak. Demikian juga dengan kecupan dari sang arjuna kepada gadis pujaannya..

Apa yang digambarkan di atas, tidak berlaku bagi kecupan/ciuman yang diberikan oleh Yudas Iskariot kepada Gurunya, Yesus Kristus. Ciuman yang diberikan oleh Yudas kepada Yesus di taman Getsamany tidak mendatangkan kedamaian dan ketenangan kepada Yesus. Ciuman itu bukan merupakan ekspresi cinta dan kasih sayang dari sang Murid kepada Gurunya. Ciuman Yudas adalah ciuman yang menghantar / membawa Yesus, Sang Guru kepada Maut. Yah, ciuman yang mendatangkan Maut bagi Sang Guru. 
 Ciuman Yudas merupakan tanda bagi para prajurit romawi bahwa orang yang dicium Yudas itulah orang yang mereka cari. Yudas, si pengkhianat tega melakukan itu kepada Gurunya demi tiga puluh keping perak. Dia mengkhianati Gurunya dengan sebuah kecupan.. Berawal dari kecupan/ciuman itulah deraan siksaan datang bertubi-tubi menghujam tubuh Yesus. Ciuman itu membawa Yesus melintasi jalanan menuju Golgota dengan memanggul salib yang berat. Salib yang sama akan digunakan oleh para tentara Yahudi untuk menggantungkan tubuh penuh luka dan tak berdaya itu. Salib itu jugalah yang akhirnya merenggut nyawa Sang Guru. Tragis...Ciuman berakhir dengan kematian bagi Sang Guru..

Sungguh sangat ironis, ternyata di balik ciuman itu tersimpan rencana busuk yang mendatangkan kematian. Mungkin saja, dalam kehidupan kita yang penuh intrik sekarang ini banyak Yudas-Yudas lain yang berkeliaran di sekitar kita. Ciuman tidak lagi merupakan ekspresi cinta seperti pada gambaran awal di atas. Bisa saja ciuman manis berubah jadi kecut apabila kita tidak dengan tulus hati memberikan ciuman kepada orang yang kita cium. Toh, kenyataannya tidak sedikit orang tua sekarang yang menjual anak kandungnya sendiri. Ada ayah yang dengan tega menghamili anaknya sendiri. Ada juga suami yang meninggalkan istrinya atau sebaliknya. Perceraian semakin merajalela karena tidak ada lagi keharmonisan di dalamnya. Melihat kenyataan seperti itu, ternyata ciuman tidak lagi melulu mendatangkan ketenangan dan kehangatan bagi para pelakunya tetapi banyak juga ciuman berakhir dengan malapetaka.

Penting kiranya buat kita semua untuk menyadari bahwa apa yang telah dilakukan oleh Yudas kepada Sang Guru adalah sebuah pengkhianatan yang sangat menyakitkan. Mari kita kembalikan makna dari sebuah kecupan/ciuman kepada makna yang sesungguhnya. Ciuman harus tetap merupakan ekspresi Cinta dan Kasih Sayang, niscaya kedamaian dan kehangatan selalu hadir di tengah keluarga, masyarakat dan lingkungan kita.