Selasa, 30 Maret 2010

MENGAPA HARUS PNS...???

Hampir setiap tahun menteri pendayaan aparatur negara menyelenggarakan tes/seleksi penerimaan pegawai negeri sipil yang pelaksanannya diserahkan kepada masing-masing daerah. Jumlah lowongan yang disediakan setiap daerah berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan daerahnya masing-masing. Biasanya tes diadakan/diselenggarakan sekitar bulan oktober sampai dengan desember. Saat mulai diumumkan adanya tes penerimaan pegawai negeri tersebut, orang akan mulai berbondong-bondong mendaftarkan diri. Jumlahnya tidak sedikit, ratusan bahkan sampai ribuan orang jumlahnya. Saat seperti itu, kesibukan di instansi terkait seperti DISNAKER, Kepolisian, RSU sangatlah tinggi. Mereka sibuk melayani ribuan orang yang mau mengurus beberapa berkas sebagai persyaratan untuk mengikuti tes CPNSD dan untuk diangkat sebagai PNS.

Melihat jumlah peminat yang meluber hingga ribuan orang, kita jadi bertanya-tanya "Apa sih istimewahnya PNS itu sehingga menjadi primadona para pencari kerja"?. Lepas dari kenyataan bahwa masih begitu banyak lulusan perguruan tinggi yang belum mendapatkan pekerjaan, toh mereka-mereka yang mendaftarkan diri untuk mengikuti tes CPNSD itu bukan hanya para pengangguran terdidik seperti itu. Yang sudah bekerja di instansi swasta juga ikut mengejar status  PNS tersebut. Bahkan ada yang sudah bekerja lima hingga sepuluh tahun dan sudah berstatus pegawai tetap di tempat lama, mereka rela meninggalkannya demi PNS.

Bagi orang yang berasal dari keluarga PNS, hal tersebut adalah lumrah. Karena mereka sudah merasakan bagaimana suka dukanya hidup sebagai PNS. Kebanyakan dari mereka mendorong anaknya untuk turut serta melanjutkan hidup, meniti karir sebagai PNS. Demikian juga bagi orang-orang yang berasal dari daerah. Mereka pasti melihat kehidupan para PNS di tempat mereka tinggal. Rata-rata kehidupan ekonominya lebih baik dari mereka yang mayoritas hidup bercocok tanam. Para orang tua, pasti akan mendorong anaknya untuk sekolah yang baik, sehingga kelak bisa menjadi PNS seperti tetangganya itu. Sebagian masyarakat di perkotaan pun mengikuti gejala yang sama. Sehingga tidak heran juga kalau di kota besar pun, peminat PNS ini jumlahnya tidak sedikit.

Anggapan banyak orang bahwa para PNS  itu terkenal dengan ketidakdisplinnya, suka malas berangkat kantor, tidak tepat waktu, sering bolos apalagi kalau ada hari terjepit ( hari libur yang berdekatan dengan hari istirahat/libur mingguan), kinerja yang buruk.. Tetapi tetap saja status PNS itu diburu banyak orang. Orang rela berkorban apa saja demi status PNS itu. Seperti yang diutarakan di atas tadi, orang yang sudah punya pekerjaan tetap dalam waktu yang sekian lama rela ditinggalkan..Bahkan orang tak akan ragu  mengeluarkan duit belasan hingga puluhan juta rupiah untuk meloloskan diri dengan cara pintas. Tak heran karena dalam proses perekrutan ini banyak juga calo yang berkeliaran baik dari dalam maupun dari luar pihak yang berkepentingan. Ada juga yang membuat identitas ganda, karena banyak dari mereka pergi mengikut tes di kabupaten tetangga atau propinsi lain. Di sana mereka membuat identitas baru tanpa surat-surat yang lengka, padahal di tempat asalnya masih memiliki identitas.

Kebanyakan orang tidak mempedulikan semua tudiangan di atas. Bagi para pengangguran, yang terpenting mereka segera mendapatkan pekerjaan. Lalu kenapa orang-orang yang sudah mapan bekerja di tempat yang lama masih memburu status PNS ini? Rupanya dari sekian alasan, satu yang diidam-idamkan banyak orang adalah Jaminan hari tua. Ya, saat pensiun atau berhenti dari semua aktifitas pekerjaan formal para pensiunan PNS ini masih bisa menikmati gaji bulanan layaknya para pekerja aktif, hanya jumlahnya dikurangi sedikit. Itulah yang menjadi dambaan setiap insan yang mengejar-ngejar status pegawai negeri sipil ini. Isu yang dilontarkan oleh menteri pendayagunaan aparatur negara periode KIB I, bahwa kelak para pensiunan PNS tidak akan mendapat gaji pensiun seakan tidak digubris oleh banyak kalangan. Toh itu masih sebatas wacana, belum dikeluarkan sebagai sebuah bentuk ketetapan atau keputusan. Selama itu belum pasti, PNS akan selalu dikejar dan diincar para pencari kerja dan mereka yang mendambakan hidup nyaman dan tenang di hari tua..




                         Nb: Kakakku yang juga salah seorang PNS.....




  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar